Bimbingan Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah Dorong Peningkatan Tata Kelola dan Kualitas Substansi Jurnal
Rabu, 26 Agustus 2026, dalam rangka meningkatkan pemahaman pengelola jurnal terhadap kebijakan terbaru akreditasi jurnal ilmiah sekaligus memperkuat kualitas substansi publikasi, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Kebijakan Baru Akreditasi Jurnal Ilmiah dan Strategi Peningkatan Kualitas Substansi Jurnal pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Dwi Puji Hastuti, M.Pd dan Riska Aryanti, M.Kom sebagai narasumber, dengan Retno Rahayuningsih, M.Pd sebagai moderator.
Bimbingan teknis ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para pengelola jurnal mengenai berbagai perubahan dalam kebijakan akreditasi jurnal ilmiah tahun 2026. Selain memahami ketentuan terbaru, pengelola jurnal juga didorong untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap tata kelola jurnal serta proses penerbitan artikel.
Dalam sesi pemaparan, peserta memperoleh penjelasan mengenai kebijakan baru akreditasi jurnal ilmiah, mekanisme pengajuan akreditasi, persyaratan serta unsur-unsur yang menjadi perhatian dalam proses penilaian jurnal. Sejumlah aspek penting dalam pengelolaan jurnal turut menjadi perhatian, antara lain kelengkapan laman jurnal, proses peer-review, keberagaman editor dan mitra bestari, etika publikasi, penggunaan Artificial Intelligence (AI), serta kelengkapan informasi dan deklarasi pada artikel ilmiah. “Masih banyak yang harus kami persiapkan selaku pengelola jurnal, namun bukan berarti jurnal-jurnal kita tidak bisa untuk mencapai target yang diharapkan dan kami tetap optimis bisa meraih sinta terbaik” ucap Dwi.
Tidak hanya membahas aspek tata kelola, kegiatan ini juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas substansi artikel ilmiah. Pengelola jurnal diharapkan dapat semakin memperkuat proses editorial dan penelaahan sehingga artikel yang diterbitkan memiliki kebaruan, metodologi yang baik, analisis yang mendalam, penggunaan sumber referensi yang relevan dan mutakhir, serta mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan keilmuan. “Setiap nilai yang diraih dalam tahap penilaian nantinya akan sangat berharga, oleh karena itu kami sangat memastikan agar dapat dipersiapkan dengan baik”, ucap Riska.
Melalui kegiatan ini, para editor dan pengelola jurnal juga diajak untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap kondisi jurnal masing-masing. Evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki sebelum pengajuan akreditasi maupun akreditasi ulang. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi mengenai berbagai kondisi yang ditemui dalam pengelolaan jurnal. Peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi ketentuan terbaru sekaligus mendiskusikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas jurnal.
Pelaksanaan bimbingan teknis ini diharapkan dapat mendorong pengelola jurnal untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian peringkat akreditasi, tetapi juga membangun tata kelola jurnal yang profesional, berintegritas, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. Dengan pemahaman terhadap regulasi terbaru serta peningkatan kualitas substansi dan proses editorial, jurnal-jurnal yang dikelola diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi serta mampu mempertahankan maupun meningkatkan peringkat akreditasi yang telah dicapai.
Dokumentasi
Tidak ada file dokumentasi