Pelatihan Pengantar Etika dan Keamanan Digital pada Posyandu Mawar Melati Tambun Selatan Bekasi
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik & Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) merealisasikan kontribusi keilmuan melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa "Pelatihan Pengantar Etika dan Keamanan Digital Pada Posyandu Mawar Melati Tambun Selatan Bekasi". Bertindak sebagai Ketua Pelaksana adalah Eko Haryadi kemudian tutor yaitu Eka Chandra R, dengan anggota terdiri dari Diah Wijayanti serta diikuti oleh 2 orang mahasiswa yaitu Defi Yolanda dan Pazhar. Kegiatan ini diselenggarakan secara tatap muka langsung pada tanggal 26 April 2026 yang bertempat di Posyandu Mawar Melati, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pelatihan ini secara khusus menyasar para kader kesehatan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pengelolaan data kesehatan masyarakat di tingkat desa. Penyampaian materi oleh tutor yaitu Eka Chandra menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menetapkan standar baru penyusunan dan pengolahan informasi digital bagi ekosistem Posyandu Mawar Melati.
Secara spesifik, tutor mengarahkan untuk membangun kesadaran kritis para kader mengenai pentingnya melindungi privasi data sensitif milik masyarakat. Manfaat praktis yang ingin dicapai adalah peningkatan kapabilitas teknis para peserta dalam mengidentifikasi berbagai bentuk ancaman siber, menerapkan prinsip etis dalam menyebarkan informasi kesehatan melalui media digital, serta mengimplementasikan teknik pengamanan perangkat komunikasi operasional sehari-hari dari potensi akses yang tidak sah. Transformasi digital di sektor administrasi kesehatan tingkat dasar menuntut para kader Posyandu untuk adaptif terhadap instrumen pelaporan berbasis digital. Digitalisasi administrasi ini belum diimbangi dengan pemahaman komprehensif mengenai aspek legalitas, etika komunikasi digital, serta protokol proteksi data pribadi. Keterbatasan pemahaman teknis mengenai keamanan siber—seperti kerentanan terhadap praktik penipuan digital (phishing), pengelolaan kata sandi yang lemah, dan risiko kebocoran data informasi warga—menjadi urgensi utama yang melatarbelakangi pengabdian masyarakat ini. Relevansi keilmuan dosen di bidang tata kelola sistem informasi dan keamanan digital diaplikasikan guna memitigasi risiko hukum serta sosial yang berpotensi muncul dari pengelolaan data yang kurang standar.
Pendekatan yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini berbasis pada metode edukasi partisipatif dan pendampingan teknis langsung terstruktur. Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi teoretis oleh tutor mengenai regulasi perlindungan data pribadi dan etika komunikasi digital. Setelah pengenalan konsep dasar, metode pelaksanaan dilanjutkan dengan sesi simulasi praktik interaktif. Kemudian tutor Eka Chandra, membimbing para kader melakukan audit keamanan mandiri terhadap gawai operasional mereka. Simulasi interaktif mencakup praktik pembuatan sistem autentikasi berlapis (Two-Factor Authentication), pengelolaan kata sandi yang aman menggunakan parameter enkripsi sederhana, serta teknik validasi keaslian tautan digital guna menghindari ancaman kejahatan siber berbasis manipulasi psikologis. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan adanya transformasi signifikan pada aspek kognitif dan keterampilan praktis peserta. Sebanyak 100% kader Posyandu Mawar Melati yang menjadi peserta pelatihan kini mampu mengaktifkan fitur pengamanan dasar pada aplikasi pengelolaan data mereka. Berdasarkan hasil instrumen evaluasi yang disebarkan, terjadi peningkatan pemahaman mengenai etika digital dan kerentanan keamanan siber sebesar 85% dibandingkan sebelum pelatihan dilakukan. Dampak jangka panjang dari luaran kegiatan ini adalah terbentuknya mekanisme internal tata kelola data yang lebih akuntabel dan aman di lingkungan Posyandu Mawar Melati, sehingga meminimalkan potensi pelanggaran hak privasi masyarakat yang datanya dikelola oleh institusi tersebut.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika merencanakan agenda pemantauan berkala secara berkala dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Pendampingan jarak jauh akan disediakan guna memastikan bahwa instrumen pengamanan digital yang telah diajarkan tetap diimplementasikan secara konsisten. Sinergi antara institusi akademis dan unit pelayanan kesehatan masyarakat terkecil seperti Posyandu diharapkan dapat terus terjalin untuk mewujudkan lingkungan ekosistem digital lokal yang aman, etis, dan tepercaya di wilayah Kabupaten Bekasi.
Dokumentasi
Tidak ada file dokumentasi