Dosen FTI Universitas Bina Sarana Informatika Memberikan Pelatihan Pemanfaatan ChatGPT sebagai Asisten Akademik bagi Guru di Majelis Taklim Al Hamidiyah
Dalam upaya mendukung transformasi digital di bidang pendidikan, tim dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya ChatGPT, bagi para guru di Majelis Taklim Al-Hamidiyah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi AI dalam proses pembelajaran, terutama pada lingkungan pendidikan nonformal. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar guru belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengoperasikan teknologi berbasis AI, sehingga proses pembelajaran belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi digital saat ini. Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga mencerminkan relevansi keilmuan dosen di bidang ilmu komputer dan teknologi informasi, khususnya dalam pengembangan dan pemanfaatan sistem cerdas seperti Natural Language Processing (NLP) dan Large Language Model (LLM). Melalui kegiatan ini, dosen berperan aktif dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan teknologi kepada masyarakat, guna meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih inovatif dan berbasis digital.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan ChatGPT sebagai asisten akademik dalam kegiatan pembelajaran. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dasar AI, melatih kemampuan dalam menyusun perintah atau instruksi yang efektif (prompt), serta mengembangkan keterampilan guru dalam menggunakan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan akademik. Kebutuhan tersebut meliputi penyusunan materi ajar, pembuatan soal evaluasi, penyusunan administrasi pembelajaran, hingga penyediaan sumber belajar tambahan yang lebih variatif dan interaktif. Dengan demikian, diharapkan para guru dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas proses belajar mengajar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis melalui pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi terkait pengenalan AI dan ChatGPT melalui metode ceramah yang interaktif. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pelatihan praktik langsung (hands-on training) untuk mempelajari cara menggunakan ChatGPT dalam berbagai skenario pembelajaran. Selain itu, peserta juga diberikan simulasi kasus yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran sehari-hari, sehingga mereka dapat memahami penerapan teknologi tersebut secara nyata.
Tim pelaksana juga memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung untuk memastikan setiap peserta mampu mengoperasikan dan memanfaatkan ChatGPT dengan baik. Pada tahap akhir, dilakukan evaluasi melalui pemberian kuesioner dan diskusi untuk mengukur tingkat pemahaman serta efektivitas pelatihan yang telah dilaksanakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI. Para peserta mampu menggunakan ChatGPT untuk membantu menyusun materi pembelajaran, membuat soal evaluasi, serta menghasilkan ide-ide kreatif dalam proses pengajaran. Selain itu, penggunaan ChatGPT juga terbukti membantu meningkatkan efisiensi kerja guru dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi di lingkungan Majelis Taklim Al-Hamidiyah.
Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan dokumentasi berupa foto dan artikel ilmiah yang direncanakan untuk dipublikasikan pada jurnal nasional. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan pemanfaatan teknologi AI secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Diperlukan adanya tindak lanjut berupa pendampingan lanjutan dan penguatan komunitas belajar berbasis teknologi agar para guru dapat terus mengembangkan keterampilannya. Dengan adanya keberlanjutan program ini, diharapkan kualitas pembelajaran dapat terus meningkat serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital secara lebih optimal.
Dokumentasi
Tidak ada file dokumentasi