Transformasi Museum Tanah dan Pertanian melalui Pelatihan Manajemen Acara Kreatif oleh Universitas Bina Sarana Informatika
Bogor, 25 April 2026– Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PM) berupa "Pelatihan Event Management untuk Meningkatkan Minat Kunjungan Masyarakat bagi Staff Museum Tanah dan Pertanian". Bertempat di lingkungan Museum Tanah dan Pertanian, Bogor, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai respon strategis terhadap rendahnya minat kunjungan museum di era modern. Melalui pendekatan keilmuan komunikasi dan manajemen acara, pelatihan ini bertujuan membekali staf museum dengan keterampilan teknis agar mampu mengubah citra museum menjadi ruang edukasi yang interaktif, inklusif, dan adaptif terhadap tren zaman.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, museum menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Data menunjukkan adanya kecenderungan penurunan minat kunjungan akibat persepsi museum sebagai institusi yang kaku atau membosankan. Menanggapi permasalahan mitra tersebut, tim dosen UBSI mengintegrasikan keahlian di bidang ilmu komunikasi untuk memberikan solusi berbasis pemberdayaan. Kolaborasi ini sangat krusial karena pengelolaan museum saat ini tidak hanya memerlukan kemampuan konservasi artefak, tetapi juga kemampuan mengemas narasi dan kegiatan yang mampu menarik perhatian publik secara luas.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Museum Tanah dan Pertanian dalam merancang dan mengelola sebuah acara (event). Melalui pelatihan ini, diharapkan para staf tidak hanya memahami teori dasar, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan program-program yang inovatif dan membangun keterlibatan pengunjung (engagement). Secara jangka panjang, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat berupa peningkatan jumlah kunjungan secara signifikan dan memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi dan budaya di Kota Bogor.
Pelatihan ini dijalankan dengan metode yang sistematis, menggabungkan pemaparan materi teoritis dan simulasi praktis. Intan Leliana, selaku Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI dan narasumber utama, menyampaikan materi komprehensif yang mencakup penyusunan konsep acara, strategi promosi yang efektif di era digital, hingga pengelolaan teknis pelaksanaan event secara kreatif. Tak hanya mendengarkan paparan, para peserta yang terdiri dari staf museum dan mahasiswa juga dilibatkan langsung dalam sesi simulasi perancangan event. Pendekatan praktik ini bertujuan untuk menguji sejauh mana pemahaman peserta dalam menerapkan pengetahuan yang baru diperoleh ke dalam skenario nyata, sehingga setiap kendala teknis dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Akhmad Syafrudin Syahri, menjelaskan bahwa fokus utama dampak dari kegiatan ini adalah optimalisasi manajemen acara sebagai strategi peningkatan daya tarik bagi Gen Z. Dengan pengemasan acara yang lebih kreatif dan didukung pemanfaatan media sosial yang relevan, museum dapat bertransformasi menjadi destinasi yang lebih hidup. Dampak nyata yang terlihat pasca-pelatihan adalah meningkatnya kepercayaan diri dan wawasan staf dalam merancang program yang tidak hanya berorientasi pada hiburan semata, namun tetap menjaga nilai edukasi publik yang mendalam. Kepala Museum Tanah dan Pertanian, Anes Nasrullah, menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan bahwa pihak museum kini membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia pendidikan. Kolaborasi antara akademisi dan institusi budaya ini diharapkan menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan bagi pengembangan sektor budaya nasional.
Program pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor budaya melalui pendekatan kolaboratif. Harapannya, pelatihan ini menjadi titik awal bagi transformasi Museum Tanah dan Pertanian di Bogor untuk menjadi destinasi edukasi yang relevan, interaktif, dan diminati oleh berbagai lapisan masyarakat di masa depan. Keberlanjutan dari program ini akan dipantau melalui program-program acara baru yang akan diluncurkan oleh pihak museum sebagai hasil dari implementasi pelatihan manajemen acara tersebut.
Dokumentasi
Tidak ada file dokumentasi