Dosen UBSI Ajak Anak-Anak Berkarya Menggunakan Gawai Lewat Pelatihan Fotografi di RPTRA Malinjo
Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Margonda mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pelatihan Dasar Fotografi untuk Anak-Anak pada Minggu (19/7). Kegiatan ini berkolaborasi dengan RPTRA Malinjo dengan melibatkan anak usia 12-17 tahun sebagai peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan fotografi dasar sekaligus mendorong anak-anak memanfaatkan gawai sebagai media berkarya dan mengembangkan kreativitas. Pengabdian kepada Masyarakat ini diinisiasi oleh Mazda Radita Roromari bersama Edward Enrieco, serta didukung oleh tiga mahasiswa UBSI, Muhamad Eka Paksi Adirangga, Pebriadi Nainggolan, dan Kemal Habib Al Musthafa. Program ini merupakan respon terhadap isu dari Pengelola RPTRA Malinjo, yang melihat sebagian besar anak masih memanfaatkan gawai hanya sebagai media hiburan dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Mazda dan Enrieco memandang bahwa gawai tidak perlu dihindari, melainkan diarahkan agar memberi manfaat bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, peserta diajak memanfaatkan kamera pada gawai untuk menghasilkan karya fotografi. “Belajar fotografi dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, serta mengasah kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Mazda dalam pembukaan kegiatan.
Oleh karena melibatkan anak-anak sebagai peserta, rangkaian pelatihan disusun melalui pendekatan fasilitasi dan permainan. Menurut Mazda, pendekatan ini dipilih agar peserta memahami materi sekaligus menikmati proses belajar. “Agar anak-anak aktif bergerak dan tetap antusias menjalani proses pelatihan,” jawab Mazda ketika ditanya oleh Pengelola RPTRA Malinjo mengenai pendekatan ini di sela-sela kegiatan. Edward Enrieco, yang berlatar belakang fotografer, juga memaparkan materi fotografi dasar dengan mengajak keterlibatan para peserta. Materi fotografi dasar pada komposisi rule of third dan center dibawakan oleh Enrieco dengan bahasa yang sederhana. “Ini adalah komposisi paling dasar yang bisa dipelajari teman-teman, supaya subjek di foto bisa bercerita,” jelas Enrieco kepada para peserta. Pada sesi "Berburu Foto", peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan memperoleh tantangan untuk menghasilkan berbagai jenis foto menggunakan komposisi yang telah dipelajari. Didampingi mahasiswa UBSI, mereka berkeliling area RPTRA untuk mencari objek, berdiskusi dengan anggota kelompok, hingga berinteraksi dengan warga sekitar yang sedang di RPTRA Malinjo. “Kelompokku tantangannya memotret sesuatu berwarna ungu, tanaman, hewan, manusia, dan benda mati dengan rule of third dan center,” ungkap Setia, salah satu peserta, mengenai misi kelompoknya.
Setelah seluruh foto dikumpulkan, Enrieco memberikan umpan balik terhadap karya peserta. Ia menilai sebagian besar peserta telah mampu menerapkan komposisi rule of third maupun center. Enrieco memberikan penilaian dan pesan, “Teman-teman di sini sudah memahami rule of third dan center. Tinggal banyak dilatih terus-menerus dan selanjutnya belajar teknik fotografi yang lainnya.” Sabai, salah satu peserta, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman dan pembelajaran baru baginya. Dalam sesi kesan dan pesan peserta, ia mengungkapkan, “Saya soalnya di kelas, di sekolah enggak pernah belajar ini, Jadi, bermanfaat banget.” Ketua RPTRA Malinjo, Asep Hidayat, menyatakan, “Menyenangkan melihat anak-anak bersemangat dalam pelatihan kali ini.” Laki-laki yang biasa disapa Asep tersebut menutup dengan harapan, “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga anak-anak lebih semangat, aktif, dan semakin peka terhadap lingkungan sekitarnya.” Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Bina Sarana Informatika kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan pelatihan ini mampu mendorong anak-anak memanfaatkan gawai untuk kreativitas, serta memperkuat peran RPTRA sebagai ruang belajar dan pengembangan potensi generasi muda.
Dokumentasi
Tidak ada file dokumentasi