Sosialisasi Peningkatan Kualitas Kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Sosialisasi Peningkatan Kualitas Kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

February 11, 2021 Off By lppm@bsi

Jakarta, 11 Februari 2021. Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika menyelenggarakan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Program Studi dari Fakutas Teknik Informatika, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Komunikasi dan Bahasa serta Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika. Adapun tujuan kegiatan ini menurut Wakil Rektor Bidang Akademi Universitas Bina Sarana Informatika  mejelaskan “untuk mensosialisasikan ketentuan Pengabdian Masyarakat yang baru sebagai peningkatan kualitas Kegiatan Pengabdian Masyarakat.Berdasarkan evaluasi masih banyak celah yang membuat tidak berkembangnya kegiatan Pengabdian Masyarakat. Dosen bukan hanya sekedar mengugurkan kewajiban saja tetapi juga harus melakukan azas kepatutan mengenai PM dan tidak hanya terpaku pada satu jenis luaran saja, karena sebenarnya banyajk jenis lauaran PM seperti jurnal, buku, hki, penggerakan incubator bisnis di perguruan tinggi. Untuk perubahn PM ini akan dilaksanakn semester genap 2021.”

Ketua LPPM Taufik Baidawi dalam sambutanya juga menjelaskan beberapa point penting mengenai Pengabdian Masyarakat, pertama hibah abdimas relatif sedikit, kegiatan PM internal juga sudah adanya jurnal abdimas. Kegiatan abdimas merupakan implementasi dari penelitian kepada masyarakt luas. Point penting lainnya adh mengenai mitra, banyak alternatif yang bisa dipilih produktif, non produktif dan belum produktif. Dari 31 kelompok hanya 1 kelompok yang lolos hibah abdimas, karena tidak memiliki persyaratan tertentu

Dalam sosialisasi ketentuan PM yang baru Titik Misriati menjelaskan “perubahan ketentuan PM diataranya; mengenai mitra yang hanya terdiri dari 5 kelompok, dan untuk 1 kelompok terdiri 1 ketua pelaksana dan 3 anggota yang mnyertakan maksimal 10 mahasiswa”. Titik juga menjelaskan “beberapa perubahan dari format proposal dan laporan PM, dimana perubahan ini mengacu pada hibah Kemerinstekbrin”

Setelah penyampaian sosialisasi ketentuan PM, dilanjutkan dengan tanya jawab dari kepala program studi dan Kepala Kampus, beberapa juga memberikan usulan dan saran guna meningkatkan kualitas Pengabdian masyrakat. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Arfhan “agar PM bisa dibuatkan dengan 2 aspek jangka panjang, dimana PM berkelanjutan dan jangka pendek yang sifatnya incidental. Selain itu Ibu Diah juga menyarankan ada perubahan fiture dalam pengajuan PM di sayas seperti pengajuan menggunakan NIP atau kode dosen dengan tujuan agar tidak terjadi double pengajuan, kemudian dibuatkan flowchart atau alur PM dan pembuatan Q& A.Beberapa saran yang disampaikan tentunya dapat bermanfaat untuk perbaikan kualitas kegiatan pengabdian masyarakat baik eksternal maupun internal.a (AYY)

Share informasi ini