Membuka Mata Remaja Melek Keuangan

Di masa pandemi Covid-19 saat ini pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi tetap harus dilakukan, walaupun kondisi ini membuat pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom. Aplikasi ini merupakan aplikasi meeting online yang bisa membuat seluruh peserta saling berkomunikasi dan berbagi dokumen.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika terlaksana pada tanggal 13 September 2020 dengan peserta Komunitas Fans Club Radio Mersi 93.9 FM. Bapak Arif Abdul Hamid, Ketua MFC, sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, karena MFC bukan hanya sebuah komunitas musik semata, namun juga komunitas pembelajar yang selalu haus ilmu. “Mengembangkan pengetahuan bagi anggota komunitas MFC menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada orang tua dan remaja mengenai pentingnya memiliki tanggungjawab keuangan. Membuka mata remaja melek keuangan harus dimulai sejak dini, hal ini termasuk menabung dan mengatur keuangan sendiri, menjadi hal yang sangat penting. Ini akan membentuk pola pikir mereka di masa depan. 

Namun, mendorong remaja melek dan bertanggungjawab terhadap keuangan tidaklah mudah, oleh karena itu orang tua harus menanamkan pemahaman yang rinci manfaat mengatur keuangan remaja. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua, yaitu ajari remaja tentang nilai uang, menjadi teladan yang baik bagi remaja, motivasi anak untuk berwirausaha, latih anak untuk berhemat, dan tidak terlalu memanjakan anak.

Salah Satu peserta, Wiwi Kosasih, mengatakan,”Melalui pelatihan ini mata saya terbuka untuk mulai mengajarkan anak saya berhemat dan menabung untuk mewujudkan keinginannya. Selama ini saya selalu memberikan apapun yang anak saya mau. Mulai sekarang saya akan meminta anak saya menabung untuk membeli barang yang dia mau.” 

Bapak Ananto, tutor pelatihan, menegaskan,”Jika sejak dini para remaja sudah diajarkan mengelola keuangannya sendiri, mereka akan memiliki tanggungjawab dan tidak buta keuangan. Para remaja akan lebih menghargai kerja keras mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhannya dengan bijaksana.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *