Practice English. Numbers in Everyday Life at Panti Asuhan Yauma Yatim Dan Dhu’afa

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh program studi Bahasa Inggris, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika yang melibatkan para akademisi yaitu dosen dan  mahasiswa sebagai wujud dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Pelatihan ini diawali dengan sambutan keprodi Bahasa Inggris yaitu Bapak Agus Piyadi, M.Pd, beliau berpesan semoga dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak-anak akan semakin giat belajar dan berlatih Bahasa Inggris dan tidak lupa pula beliau berharap berawal dari kegiatan ini tali silaturahmi dapat dan akan terus terjalin diantara kita.
Pengabdian kepada masyarakat kali ini difokuskan pada anak-anak usia SD yang berada di bawah naungan Panti Asuhan Yauma Yatim dan Dhu’afa. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak yatim yang benar-benar memiliki motivasi untuk belajar Bahasa Inggris. Hal ini terlihat dari antusias mereka saat sebelum hingga akhir pelatihan anak-anak tetap semangat, ceria, dan juga sangat interaktif dengan para tutor dalam pelatihan tersebut. Para tutorpun menjadi semakin bersemangat dalam berbagai ilmu. Alas an yang melatarbelakangi pemilihan Anak-anak sebagai peserta pelatihan kali ini, karena pada usia mereka memori masih sangat baik untuk merekam informasi termasuk cara pelafalan angka-angka alam Bahasa Inggris. Dengan demikian mereka akan selalu mengingat ilmu yang telah mereka peroleh pada pelatihan ini.

Mempelajari Bahasa Inggris ternyata tidak cukup hanya menghafal banyak perbendaharaan kata, mengetahui berbagai bentuk struktur kalimat tetapi juga harus faham dan mengetahui bagaimana melafalkannya dengan benar, karena jika salah dalam pelafalannya maka artinyapun berbeda atuu bahkan pesan gagal untuk disampaikan. Hal ini yang mendorong para tutor dari prodi Bahasa Inggris untuk memberikan pelatihan berupa pelafalan dalam hal ini dimulai dari melafalkan angka-angka dalam Bahasa Inggris, karena selama ini sering ditemukan kekeliruan dalam melafalkan angka-angka. Kekeliruan yang sering terjadi adalah sulitnya membedakan antara belasan dan puluhan. Sebagai contoh pada angka 16 dan 60, dengan bunyi [siksti:n} dan  [siksti] namun tidak jarang sering terbalik dalam melafalkannya. Lalu membedakan bunyi [f] dan [p] dengan pengaruh logat asli daerah mereka, saat latihan untuk melafalkannya justru menjadi hal yang sangat menghibur dengan canda tawa mereka dan sipuan malu di wajah mereka.

Pelatihan ini berlagsung sekitar kurang lebih 3 jam yang meliputi ramah tamah antar mitra dan tutor, pelatihan diselingi dengan games yang mampu melebur ketegangan serta jarak antara peserta dan tutor, selain itu anak-anak mencoba berlatih untuk mempraktikannya dan diakhiri dengan diskusi. Secara keseluruhan jumlah peserta 20 anak dan beberapa pendamping dari pihak Panti Asuhan ikut melebur dalam pelatihan ini..

Secara keseluruhan pelatihan ini berjalan dengan tertib dan lancar, seluruh peserta benar-benar mengikutinya dengan baik. Latihan dan games juga mereka lakukan dengan ceria dan penuh kebersamaan. Dari awal hingga akhir pelatihan tidak terlepas dari canda tawa mereka yang penuh dengan ketulusan. Para tutorpun dengan ceria dan sabar menuntun para peserta tentang bagaimana melafalkan angka-angka dalam Bahasa Inggris dengan baik. Tidak jarang para tutor tersenyum dan bahkan tertawa geli saat melihat tingkah lucu dan malu-malu dari anak-anak tersebut. Hal inilah yang mendorong semangat para tutor untuk semakin ingin memberikan hal yang lebih baik dan berguna lagi pada kesempatan pelatihan berikutnya. Semoga dengan adanya situasi yang seperti ini akan semakin memotivasi para tutur untuk berinovasi dan kembali mengadakan pelatiahan sebagai wujud dari pengembangan keilmuwan dan sekaligus menjalin silaturahmi antara akademisi dan masyarakat. Selama pelatihan berlangsung, awalnya anak-anak malu-malu antusiasme dalam penyimak penjelasan materi serta mengerjakan latihan soal yang diberikan. Pengabdian masyarakat merupakan kegiatan vitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian masyarakat ini sebagai salah satu sarana yang digunakan oleh dosen untun mentrasformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *